Murid adalah subyek sebuah proses pendidikan. Sebab itu, aktivitas murid adalah hal signifikan untuk diperhatikan setiap sekolah, termasuk SMP Sandikta. Aneka kegiatan dengan mana murid menjadi tokoh utama terus digalakkan.

Spiritualitas Agama

SMP Sandikta mengembangkan manifestasi keagamaan yang mampu menarik keterlibatan murid. Di antaranya adalah kegiatan seni Hadroh, yang cukup diminati para murid.

Hadroh, Seni Bernuansa Islam di SMP Sandikta

Olahraga sambil Having Fun

Olahraga adalah saat yang disukai para murid. Mereka amat menantikan jam pelajaran ini. Selain mereka bisa keluar dari kelas, mencicipi jajanan kantin, juga mereka bisa bergerak. Ya, bergerak adalah ciri makhluk hidup, terutama anak manusia yang seusia murid SMP Sandikta. Wah, mereka tidak bisa diam. Inilah salah satu manifestasinya di SMP Sandikta :

Senam HolaHop ala SMP Sandikta

Kegiatan Alam Bebas

Murid SMP Sandikta jenuh apabila kegiatan belajar hanya dilakukan di sekolah, terlebih melulu di dalam kelas. Untuk memunculkan perspektif belajar yang lain, SMP Sandikta mengadakan outdoor activity. Tujuan utamanya adalah pendidikan karakter. Murid SMP Sandikta perlu dekat dengan alam, bergaul dengan alam, dan memecahkan masalah hubungan alam dan manusia. Manifestasinya adalah ini:

Kerjama Tim lewat Outdoor Activity Kaki Seribu

Kerjama Tim lewat Outdoor Activity Kaki Seribu

Kepramukaan

Mengapa Pramuka adalah ekskul yang diwajibkan pemerintah? Itu karena dalam Pramuka, individu diyakinkan bahwa mereka harus selalu bekerja sama dengan orang lain. Tidak ada satu pun individu yang bisa hidup sendiri. Sebab itu pula shalat berjamaah lebih utama ketimbang sholat sendirian. Sebab itu, SMP Sandikta, jauh sebelum pewajiban Pramuka sebagai ekskul, telah menerapkan kegiatan Pramuka di hari Sabtu. Manifestasi kegiatan Pramuka SMP Sandikta sebagai berikut:

Kegiatan Pramuka dalam Kekompakan Tim

Kegiatan Pramuka dalam Kekompakan Tim

Permainan Tradisional

Permainan tradisional bukan sembarang ditemukan. Permainan tradisional memiliki filosofinya sendiri. Permainan tradisional berkembang dari akar budaya rakyat Indonesia. Permainan tradisional adalah manifestasi upaya kohesivitas masyarakat. Dengan menyelenggarakan permainan tradisional, warga di dalam suatu komunitas akan saling mengenal, tidak asing satu sama lain, dan bisa bersahabat juga saling bantu-membantu. Manifestasi permainan tradisional di SMP Sandikta sebagai berikut:

Permainan Tradisional Ular Naga. Siapa masih ingat cara memainkannya ?

Drum Band

Drum Band adalah parade suatu kelompok diiringi alat musik (kadang disertai nyanyian). Drum band adalah aktivitas kelompok. Setiap individu yang tergabung wajib memerankan peran yang sudah ditentukan oleh kelompok. Sepintar apapun seorang anggota Drum band, tetapi ia tidak taat aturan kelompok, maka gerakan dan musik Drum band menjadi kacau. Argumentasi inilah yang mendasari SMP Sandikta secara rutin menyelenggarakan Drum band. Manifestasi kegiatan Drum band SMP Sandikta sebagai berikut:

Drum band SMP Sandikta dalam Pawai Kegiatan Pemerintah Kota

Kinestetik

Aktivitas lain yang terus digalakkan di SMP Sandikta adalah pengakomodasian kecerdasan kinestetik murid. Tidak semua murid mungkin menonjol di bidang akademik. SMP Sandikta tidak memaksakan karena paham dimensi kecerdasan murid tidak hanya di satu atau dua kategori saja. Kinestetik adalah dimensi kecerdasan yang mewujud dalam aneka kegiatan olah gerak dalam tim. Manifestasi akomodasi kecerdasan kinestetik di SMP Sandikta sebagai berikut:

Futsal sebaga Wujud Akomodasi Kecerdasan Kinestetik

Kualitas Emosional

SMP Sandikta menerapkan semboyan feels like home. Hubungan guru dan murid adalah cair seperti di rumah. Hal ini tampak dalam kedekatan emosional antara murid dan guru (atau wali kelas). Momen-momen tertentu seperti ulang tahun adalah sela dalam pemanifestasian iklim kualitas emosional para murid.

Lilis Suciati, S.Pd. Mendapat Kejutan Kue Ulang Tahun dari Para Murid

Foto Bersama Kue Ulang Tahun